Sabtu, 20 November 2010

Rumah Masa Depan

Setelah jenazah diletakkan di dalam lubang dan tali pengikat kafan dilepaskan para penggali kubur menutupinya dengan tanah dan di atasnya ditanamkan batu nisan. Itulah akhir perjalanan panjang kehidupan seorang anak manusia yang telah habis masa hidupnya di dunia dan mulai memasuki kehidupannya yang baru di alam kubur..

Terbayang gelapnya alam kubur. Ya Allah sanggupkah tubuh yang penuh dengan debu dosa dan maksiat ini menghadapi kepengapan, kesempitan dan kesunyiannya? Belum lagi mahluk-mahluk kecil yang siap menjelajahi tubuh ini hingga perlahan-lahan menghancurkannya dan menyisakan tulang belulang.

Tak ada lagi gemerlap kehidupan dunia, harta, tahta, wanita, semua kita tinggalkan.

Kubur akan menjadi rumah masa depan kita, rumah yang seharusnya kita persiapkan senyaman mungkin jauh sebelumnya.
Kalau untuk rumah di dunia saja kita sibuk merelakan segalanya demi kenyamanan rumah kita, lantas kenapa untuk peristirahatan yang abadi kita malah lalai atau bahkan dilupakan?

Ingatkah waktu hendak membangun rumah kita sibuk merancang arsitektur, pondasi, kolom, dinding, dan interiornya?

Begitu pentingnya hingga kita perhitungkan seberapa kokoh bangunan itu mesti tegak berdiri. Begitu cermatnya hingga tiap sudut ruangan kau perindah dengan interiornya. Begitu berharganya hingga tidak segan mengeluarkan biaya besar untuk mewujudkannya.

Lalu bagaimana dengan rumah masa depan kita?
Sudahkah kita merancang arsitektur ibadah kepada Allah, lalu kita gali diri ini dengan ilmu untuk memperkokoh pondasi keimanan dan ketakwaan, kemudian kita bangun tiang-tiangnya dengan shalat khusyu' nan ikhlas disertai dinding amal sholeh, juga tak lupa menutup atap rumah kita dengan perbuatan ihsan, dan genteng mahabbah untuk para penghuninya??

Coba renungkan,
Jika tanpa pondasi, apakah bangunan tersebut bisa berdiri kokoh di atas tanah?
Jika tanpa tiang, apakah bangunan tersebut bisa di sebut sebuah bangunan tegak berdiri menopang?
Jika, tanpa atap, meski bangunan dapat berdiri tegak, apakah terlihat sebagai fungsi sebuah bangunan yang bisa melindungi dari hujan dan badai?

Ya Rabb, bantu aku tuk bangun rumah hunianku kelak dalam kuburku menajdi hunian terindah sembari menunggu hisab-MU

Ya Allah, jadikanlah sisa umur ini menjadi usia yang penuh manfaat dan keberkahan sehingga menjadi penolongku nanti..

Ya Allah, seandainya kau cabut nyawaku saat ini juga jadikanlah sebagai akhir yang baik dan mudahkanlah.

Amin

2 komentar: