Kamis, 12 April 2012

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN UNTUK PELAYANAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

silahkan dowload file di bawah link ini :

> http://www.ziddu.com/finishedanon.php?uid=dbjcleeeccecifg&fname=RMASIKESEHATANUNTUKPELAYANANDIRUMAHSAKITUMUMDAERAH.pdf&generate=313689515&sub=done&lan=english



PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN UNTUK PELAYANAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Diusulkan Untuk Memenuhi Tugas Pengembangan Sistem Informasi


Disusun Oleh :

Nama : 1. Abas Nurrahman 12108166
2. Randy Aditya Yusuf 11108582
3. Dhio Prasetyo 10108570


Kelas : 4KA04




FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2012


ABSTRAKSI
Tuntutan pelayanan informasi untuk pasien di suatu rumah sakit semakin meningkat, pelayanan ini harus didukung dengan sistem informasi yang dapat memberikan kemudahan dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat serta lembaga rumah sakit tersebut.oleh karena itu dibutuhkan sistem yang dapat mengatur semua pelayanan ini.sehingga pasien dapat mudah untuk melakukan segala urusan administrasi tersebut.begitu juga dengan rumah sakit dapat memudahkan managemen rumah sakit karena terbantu oleh sistem tersebut.
Untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada pasien dalam hal pelayanan akses data dan informasi diperlukan adanya suatu wadah yang dapat memberikan layanan yang lebih baik, Dengan adanya layanan informasi ini diharapkan semua managemen pelayanan masyarakat lebih efektif dan efesien. Dan juga pengembangan sistem ini menggunakan Database Management System yang terintegrasi dengan berbagai aplikasi managemen rumah sakit umum daerah. Dengan adanya program ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pasien rumah sakit.

Kata kunci : Informasi, kesehatan, Database Manajemen Sistem














1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pembangunan kesehatan suatu negara tidak dapat terlepas dari suatu sistem yang disebut dengan Sistem Kesehatan. Pada intinya sistem kesehatan merupakan seluruh aktifitas yang mempunyai tujuan utama untuk mempromosikan,mengembalikan dan memelihara kesehatan.
Sistem kesehatan mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, sistem kesehatan tidak hanya mencakup “health care” atau pelayanan kesehatan, tetapi meliputi pengembangan pembiayaan dan mekasnisme risk pooling sehingga dapat melindungi masyarakat dari beban keuangan dan beban ekonomi karena penyakit. Dimensi lain menyangkut peningkatan kepuasan konsumen dan memberikan informasi dan pilihan, juga merupakan bagian penting dari sistem kesehatan.
Sistem kesehatan juga harus mampu memberikan manfaat kepada masyarakat dengan disitribusi yang adil. Sistem kesehatan tidak hanya menilai dan berfokus pada “tingkat manfaat” yang diberikan, tetapi juga bagaimana manfaat itu didistribusikan. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, sistem kesehatan melakukan setidaknya empat fungsi yang meliputi pembiayaan, pemberian pelayanan, produksi sumber daya dan pembimbingan.
Dengan melihat fungsi-fungsi tersebut, maka sistem kesehatan dapat dilihat sebagai sistem produksi. Untuk memproduksi barang dan jasanya, sistem kesehatan harus memobilisasi sumber daya, kemudian menyalurkan sumber daya tersebut ke lembaga menghasilkan produk dan jasa atau individual yang membelinya. Banyak faktor yang menentukan kecukupan, efisiensi dan kualitas dari barang dan jasa sistem kesehatan. Salah satunya berkaitan dengan mobilisasi sumber pendanaan, bagaimana sumber daya ini diorganisasikan serta bagiamana sumber daya digunakan untuk memproduksi barang dan jasa dan juga pengembangan sistem informasi kesehatan harus menyediakan informasi yang akurat dan tepat.
oleh karena itu harus lah didukung dengan sistem yang menunjang semua kegiata managemen rumah sakit oleh karena itu kami mengajukan proposal pengembangan kesehatan untuk pelayanan rumah sakit daerah.

1.2 Rumusan Masalah
Dari penjelasan diatas dapat diambil suatu perumusan masalah yaitu :
1. Bagaimana memberikan pelayanan informasi kesehatan pada pasien dana managemen rumah sakit.
2. Membuat sistem yang terintegrasi dengan semua aplikasi pelayanan pada rumah sakit daerah umum yang terdiri dari : pembiayaan, pemberian pelayanan, produksi sumber daya dan pembimbingan.
3. Otomatisasi pengolahan database.

1.3 Tujuan
Membuat Sistem aplikasi pelayanan pada rumah sakit secara terintegrasi dengan semua aplikasi yang berada pada rumah sakit dan serta mengotomatisasi pengolahan database untuk memudahkan dalam pelayanan informasi dan sistem managemen yang berada pada rumah sakit sehingga pengaksesan informasi pelayanan dapat lebih efisien dan fleksible,

1.4 Batasan Masalah
Ruang lingkup aplikasi ini hanya pada pembuatan aplikasi pelayanan kesehatan yang berada pada rumah sakit dari sistem Administrasi,penjadwalan konsultasi kepada dokter ,dan juga menyediakan informasi tentang:
a)Financing sources, sumber pembiayaan termasuk pemerintah dan non pemerintah;
b) Financing agent, institusi yang mengelola dana kesehatan termasuk berbagai lembaga pemerintah, swasta, asuransi, LSM, rumah tangga


c) Providers: lembaga yang menerima dana untuk menyediakan dan menyelenggarakan program dan pelayanan kesehatan, termasuk milik pemerintah, swasta, LSM serta rumah tangga (dalam kasus”self treatment”);
d) Functions, yaitu jenis program atau intervensi
atau kegiatan yang merupakan peruntukan penggunaan biaya kesehatan;
f) Beneficiaries, yaitu klasifikasi penggunaan dana kesehatan menurut batasan geografis, administratif, demografis, strata ekonomi dan katagori
masalah

1.5 Manfaat dari pengembangan sistem :
Manfaat dari pengembangan sistem ini adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa kesehatan rumah sakit
2. Menjadi daya tarik untuk memikat pengguna agar pelayanan kesehatan lebih menjadi efektif dan efesien.
3. Meningkatkan laba rumah sakit sendiri
4. Menyediakan informasi-informasi mengenai data pelayanan kesehatan pasien.

1.6 Metode Penelitian
Metodologi penelitian yang digunakan penulis adalah Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan penelitian ilmiah ini adalah menggunakan pendekatan metode SDLC (Systems Development Life Cycle). Menurut McLeod Jr, R. dan Schell,2008.
Fase identifikasi, pada fase ini adalah mengidentifikasi masalah yang ada, yaitu kebutuhan untuk memperoleh informasi mengenai pelayanan dan aplikasi managemen seluruh rumah sakit yang terdiri dari empat yaitu pembiayaan, pemberian pelayanan, produksi sumber daya dan pembimbingan.
Fase analisis, pada fase ini penulis menganalisis dan melakukan studi literature tentang semua masalah yang ditemukan dalam tahap identifikasi dan menentukan cara yang tepat dalam mencari dan mencari solusi alternatif yang lebig efektif dan efesien.
Fase perancangan, pada fase ini ialah merancang tampilan aplikasi , yaitu tampilan interface pelayanan.dan Tampilan yang menarik serta interaktif diharapkan dapat dibuat sebaik mungkin. Selain itu,pada fase ini juga dilakukan perancangan database yang akan digunakan.
Fase uji coba, penulis melakukan uji coba terhadap rancangan aplikasi tersebut kepada para sebagian pengguna, agar mendapatkan masukan atau kekurangan dari pengujian awal. Uji coba dilakukan untuk melihat perkembangan terakhir dari aplikasi yang dibuat.
Fase implementasi, pada fase akan mengimplementasikan seluruh rancangan yang telah dibuat dalam fase perancangan yaitu membuat program dengan tampilan yang menarik.



2. PEMBAHASAN

2.1 Rumah Sakit
2.1.1 Pengertian Rumah Sakit
Rumah sakit adalah suatu organisasi yang meliputi tenaga medis profesional yang terorganisir serta adanya sarana kedokteran yang permanen dalam menyelenggarakan pelayanan kedokteran, asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. Rumah sakit juga diartikan sebagai tempat dimana orang sakit mencari dan menerima pelayanan kedokteran serta tempat dimana pendidikan klinik untuk mahasiswa kedokteran, perawat dan berbagai tenaga profesi kedokteran lainnya.

2.1.2 Evaluasi Sistem Lama
Rumah sakit merupakan salah satu asset kesehatan yang harus dikembangkan secara terus menurus agas dapat memberikan pelayanan yang lebih efektif dan efesien .dan juga kita banyak menemukan Pelayanan untuk konsultasi atau berobat jalan dilakukan dengancara manual yaitu pertama-tama pasien datang ke rumah sakit dan mendaftarkan diri di poliklinik yang dituju, proses pendataannyapun masih manual, selanjutnya pasien menunggu giliran untuk konsultasi dengan dokter.
Sistem pengolahan data yang lama menggunakan cara manual juga, di mana pemrosesan data dilakukan dengan cara pembukuan manual kemudian data tersebut akan disimpan dalam bentuk arsip per periode bulan. Hal ini sangat tidak efektif dan menghabiskan banyak kertas karena data masih berupa fisik. Dari segi fisik keamanan data sangat rentan akan kerusakan karena hal-hal yang tidak terduga misalnya:kebocoran, kebakaran, dan pencurian. Dilihat dari sisii keamanan pengolahan data arsip manual ini sangat riskan akan pengaksesan data oleh orang yang tidak berwenang dan tidak bertanggung jawab.



2.2 Kegiatan Pengembangan Sistem Yang Akan Dilakukan
Berikut ini kegiatan pengembangan sistem yang akan dilakukan :
1. Menganalisis sistem
2. Mendesain sistem, termasuk desain perangkat lunak aplikasi
3. Penerapan sistem ke dalam perangkat lunak dan perangkat keras
4. Testing sistem
5. Pelatihan untuk para operator
6. Maintenace dari sistem

2.3 Modul Pengembangan
1. Modul sistem Administrasi,penjadwalan konsultasi kepada dokter
2. Modul Financing sources, sumber pembiayaan termasuk pemerintah dan non pemerintah;
3. modul Financing agent, institusi yang mengelola dana kesehatan termasuk berbagai lembaga pemerintah, swasta, asuransi, LSM, rumah tangga
4. modul Providers: lembaga yang menerima dana untuk menyediakan dan menyelenggarakan program dan pelayanan kesehatan, termasuk milik pemerintah, swasta, LSM serta rumah tangga (dalam kasus”self treatment”);
5. modul Functions, yaitu jenis program atau intervensi atau kegiatan yang merupakan peruntukan penggunaan biaya kesehatan.
6. Modul Beneficiaries, yaitu klasifikasi penggunaan dana kesehatan menurut batasan geografis, administratif, demografis, strata ekonomi dan katagori masalah







2.4 Ilustrasi Arsitektur Sistem











Setiap user akan saling terhubung secara online dengan semua aplikasi yang lain melalui ISP dalam hal ini adalah penyedia layanan internet. Setiap user tidak akan langsung terhubung dengan server utama pelayanan , namun terhubung dengan portal. Setiap informasi maupun request dari user akan diteruskan oleh portal ke ticket server. Hal ini akan lebih meningkatkan keamanan sistem sebab user yang tidak dinginkan tidak akan bisa menggangu integritas data di server.





2.5 Tenaga Pelaksana
Untuk mengembangkan sistem Informati Penjualan Tiket Kereta ini, maka dibutuhkan tim pengembang yang kompeten di bidangnya masing-masing, sebagai berikut:
1. Project Manager & System Analyst : Abas Nurrahman
2. Database Engineering & Graphic Engineer : Randy Aditya
3.Software Engineer ,Network Engineer ,Technical Writer : Dhio Prasetyo














2.6 Rancangan Biaya sistem informasi
Rancangan Biaya Sistem Informasi



REFERENSI
 http://kgm.bappenas.go.id/document/makalah/20_makalah.pdf
 Prposal simka final.pdf