Minggu, 04 Desember 2011

Pondok Pesantren Daaruttaqwa, Cibinong, Bogor, Jawa Barat

KH Ahmad Tajuddin,
Pimpinan Pondok Pesantren Daaruttaqwa




sekilas tentang pondok pesantren daaruttaqwa

Pondok Pesantren Daaruttaqwa, Cibinong, Bogor, Jawa Barat
Lokasi Pondok Pesantren Daaruttaqwa benar-benar strategis karena berada di dekat Kantor Pemerintah Kabupaten Bogor, tepatnya di samping pintu gerbang gapura kabupaten, Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 44 Cibinong. Meski berada di jantung kabupaten, namun suasana tenang dan teduh akan terasa ketika memasuki gerbang pondok apalagi di asramanya yang sangat kondusif bagi para santri untuk belajar, padahal dulunya hanya berupa majlis taklim kecil di sebuah masjid di sekitar kandang kerbau.
Wakaf

Bagi yang belum mengetahui sejarahnya, apabila datang ke Daaruttaqwa pastilah tidak akan menyangka bahwa ponpes yang terkategori megah ini ternyata awalnya hanyalah merupakan kandang kerbau dan lumbung padi yang berada dekat sebuah masjid.

Di masjid itulah Kyai Muhammad Zaeni Zaenuddin bin Alimin Salim membuk a majelis taklim Uswatun Hasanah pada tahun 1975. Ternyata animo warga cukup tinggi untuk menimba ilmu dari alumnus Ponpes Modern Darussalam Gontor Ponorogo itu.

Banyak santri yang datang dari luar Cibinong, ditambah lagi agar santri bisa mengaji secara intensif, mendorong warga untuk mendirikan kobong untuk menginap para santri. Inilah cikal bakal berdirinya pesantren. Kemudian dirintis pendidikan taman kanak-kanak karena banyak warga yang memercayakan anak-anak balitanya.

Setahun kemudian KH Ahmad Syahal, pendiri dan pengasuh Ponpes Gontor, mengganti nama pesantren Uswatun Hasanah itu menjadi Ponpes Daaruttaqwa. Melihat istiqamahnya Kyai Muhammad Zaeni mengelola Daaruttaqwa, membuat warga setempat yang bernama Hj Arah binti H Abdul Hadi tersentuh hatinya. Dengan ikhlas dan mengharap keridhaan Allah SWT, ia pun mewakafkan tanahnya di sekitar lokasi tersebut seluas 8.000 hektar untuk dikelola Ponpes Daaruttaqwa.



Serah terima tanah wakaf itu pun disaksikan oleh tokoh-tokoh pesantren terkemuka saat itu, di antaranya Ketua BKSSP KH Sholeh Iskandar, Pimpinan Ponpes At Taqwa Bekasi KH Noer Aly, Pimpinan Ponpes Darunnajah Jakarta KH Machrus Amien, dan KH Hasan Igrisa.

Seperti kata pepatah, buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya, KM Zaeni pun dalam mengembangkan ponpesnya mencontoh Gontor. Pada 10 Juli 1977, ia mendirikan Kulliyatul Mu’allimien Wal-Muallimat Al-Islamiyah (KMMI). Di bawah asuhan langsung KH Ahmad Sahal dan KH Imam Zarkasyi, KMMI Daaruttaqwa mengacu pada sistem dan metode pengajaran Pondok Pesantren Modern Daarusalam Gontor hingga sekarang.

Lokasi asrama pun dibuat berjauhan dalam rangka menjaga interaksi antara santriawan dan santriwati. Jadi kalau sampai ada santri yang melanggar pasti akan terkena sanksi yang berat. Bahkan sekadar kirim-kirim surat antara santri laki-laki dan santri wanita saja bisa dikeluarkan dari ponpes.






Pendiikan dan pengajaran
Untuk merealisasikan visi,misi dan tujuan pesantren daaruttaqwa maka didirikan lembaga di kenal dengan KMMI (kulliyatul muallimin wal mualimat islamiyah)yaitu sekolah persemaian kader-kader unggulan,dengan berbasis IMTAQ dan IPTEK,sehingga mereka mampu membangun kehidupan yang madiri dan sejahtera di masyarakat

Apa saja keunggulan belajar di daaruttaqwa intergrated boarding school????

1. Kurikulum yang terpadu & seimbang antara IPTEK , agama,bahasa arab/inggris,seni ,budaya,skills
2. Disiplin tinggi dalam semua aspek kehiduan sebagai pra-syarat masyarakat modern
3. Mampu berkomunikasi bahasa arab/inggris dalam tempo 4 bulan
4. Mampu bersaing dengan pendidikan unggulan baik akademik maupun non-akademik
5. Mampu hidup mandiri dengan dibekali soft life skill,seperti ::IT,leadership,public speaking,journalistik,bahasa asing,seni dan budaya

sumber:
abas-nr.blogspot.com
http://mediaumat.com/anjangsana/3214-59-rumah-takwa-di-jantung-kota.html