Rabu, 29 September 2010

Perang system informasi dalam dunia pendidikan

Munculnya informasi di masyarakat menyebabkan masyarakat harus mengelola informasi. Bagaimana cara anggota masyarakat memperlakukan informasi, penghargaan terhadap informasi, bagaimana cara orang mencari informasi, bagaimana orang membutuhkan informasi memunculkan istilah masyarakat informasi.

Menyimpulkan dari pendapat beberapa pakar maka Masyarakat informasi diartikan suatu masyarakat dimana kualitas hidup, dan juga prospek perubahan sosial dan pembangunan ekonomi, tergantung pada peningkatan dan pemanfaatan informasi. Dalam masyarakat seperti ini standar hidup, pola kerja dan kesenangan, sistem pendidikan, dan pemasaran barang-barang sangat dipengaruhi oleh akumulasi peningkatan informasi.

Informasi merupakan istilah yang banyak kita dengar dewasa ini. Bahkan beberapa tahun yang lalu ramai dibicarakan sebuah era atau abad yang dikaitkan dengan informasi. Namun apa sesungguhnya arti informasi itu sendiri? Secara sederhana informasi diartikan sebagai sekumpulan data yang telah mendapatkan perlakuan (baca: pengolahan) sehingga mempunyai arti

definisi dari Shannon yang mengatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang membuat pengetahuan kita berubah, yang secara logis mensahkan perubahan, memperkuat atau menemukan hubungan yang ada pada pengetahuan yang kita miliki. Definisi ini memberikan pengertian bahwa informasi dapat mengubah pengetahuan yang dimiliki seseorang, bisa mengganti pengetahuan yang dimilikinya atau justru memperkuat dan menambah pengetahuan yang dimiliki seseorang. Dengan perubahan pengetahuan tersebut maka seseorang dapat mengubah pola hidupnya baik kearah positif maupun kearah negatif tergantung informasi yang diperolehnya.

Karena dengan informasi entah itu baik maupun buruk akan sangat berpengarui dalam dunia pendidikan khususnya bagi generasi penerus bangsa.oleh karena itu agar informasi iyu menjadi memiliki arti penting dalam dunia pendidikan maka dibutuhkan penyaringan informasi bagi informer

Sekarang informasi terus menerus dating baik dari berbagai dari media entah itu media cetak maupun elektronic.kita menetahui informasi terus menerus dating melalui media televisi namun sangat disayang sekali kebanyakan informasi yang selalu menghujam kehidupan kita sehari hari kebanyakan informasi yang negative dan sangat berpengarui bagi dunia pendidikan.contoh”seperti pemberitaan tentang kriminalitas seperti pemorkasaan dan penganiayaan dll.lalu banyak dari anak sd hingga tingkat sma terpengarui oleh pemberitaan tersebut.

Dalam kehidupan yang maju ini kita tidak bisa untuk memungkiri dari system informasi khususnya bagi dunia pendidikan,karena informasi terdapat sisi positif dan negative kita harus bisa untuk memfilternya.
Kita memang telah tergantung kepada informasi, dan sekarang kita juga tergantung kepada teknologi penyimpanan informasi. Teknologi komputer dan teknologi informasi telah memberikan jawaban terhadap kebutuhan teknologi penyimpanan informasi tersebut. Bahkan komputer merupakan teknologi yang lebih dari sekedar teknologi penyimpanan informasi, namun juga mempunyai kemampuan ang tidak terbatas dalam penyimpanan, pemrosesan, analisis, dan bahkan dapat mengkomunikasikan kepada komputer lain. Inilah kelebihan komputer dalam menangani informasi.
Harus diakui bahwa informasi tersebut bergerak dari negara maju ke negara berkembang.

Pergerakan informasi yang tidak seimbang ini merupakan konsekuensi logis yang harus diterima oleh negara berkembang. Dan ini jelas merugikan negara berkembang. Dalam hal ini informasi dikontrol oleh negara maju. Keadaan ini merupakan akibat dari ketertinggalan teknologi dari negara berkembang. Ada empat ciri utama dari negara berkembang yang sanga berpengaruh terhadap transfer teknologi (Mwinyimbegu 1993 dalam Beni, R. 2002) yaitu:
 Kemiskinan
 Tingkat pendidikan yang rendah
 Tenaga kerja tidak terampil
 Budaya lokal/tradisional yang sangat kuat
Kemiskinan merupakan masalah utama dari negara berkembang. Dan ini akan mempengaruhi keadaan yang lain, khususnya pendidikan dan keterampilan tenaga kerja. Dengan pendidikan yang rendah, masyarakat di negara berkembang tidak akan mampu mengakses informasi. Masih berhubungan dengan pendidikan, kendala lain adalah kemampuan berbahasa Inggris yang sangat rendah, padahal Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang menjadi alat dalam menghantarkan informasi. Dengan kondisi demikian ini maka masyarakat negara berkembang akan lebih banyak menerima dampak negatif dari pergerakan arus informasi tersebut. Tenaga terampil umumnya lebih banyak mengakses informasi untuk menunjang pekerjaannya. Sayangnya di negara berkembang sangat sedikit tenaga terampil ini. Pada umumnya tenaga kerjanya tidak terampil. Sangat sering kita mendapatkan informasi (berita) sedih mengenai nasib TKI kita di luar negeri. Ini karena tenaga yang kita ekspor tersebut umumnya tidak terampil, ditambah lagi pendidikan dan penguasaan bahasa Inggris (atau setempat) yang sangat rendah. Masalah lain adalah adanya budaya lokal yang sangat kuat yang menghambat masuknya teknologi. Contoh kongkrit adalah apa yang terjadi pada masyarakat Badui (khususnya Badui Dalam), dimana mereka mengisolasi diri. Tidak boleh ada pendidikan formal, tidak boleh ada radio apalagi televisi. Budaya ini dipertahankan trus secara turun temurun, sehingga menyulitkan terjadinya transfer teknologi.
Negara maju sudah memasuki abad informasi dengan membentuk masyarakat informasi (information society), bahkan lebih dari itu masyarakatnya bukan hanya informasi, namun sudah masyarakat berpengetahuan atau yang dikenal dengan knowledge based economy. Tugas kitalah sebagai intelektual untuk mendidik masyarakat kita agar minimal masyarakat kita menyadari pentingnya pendidikan serta keterampilan yang mudah-mudahan itu semua dapat mengentaskan masyarakat kita dari kemiskinan. Dengan demikian kita bisalah bercita-cita untuk dapat memasuki masyarakat informasi.

2 komentar: