Kamis, 31 Maret 2011

penulisan ilmiah e-learning grammar bahasa inggris

1. PENDAHULUAN

1.1 . Latar Belakang Masalah

Dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat khususnya di bidang teknologi informasi. Hal ini membuat kita bisa memperoleh dan mengakses informasi menjadi lebih mudah dalam kehidupan kita sehari-hari.dan komputer juga dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang luas dan berwawasan.
Dengan semakin berkembangnya jaman dan teknologi yang ada maka informasi terbaru sangat dibutuhkan, begitu juga dengan informasi sarana pembelajaran melalui media online. Penggunaan pembelajaran media online seperti e-learning di Indonesia sebenarnya sudah menjadi revolusi dalam metode pembelajaran pada masa kini untuk meningkatkkan produktifitas dibidang system informasi dan teknologi. .namun sayangnya apresiasi pembelajaran dan media online masih belum seperti yang diharapkan.
Dengan perkembangan world wide web yang sangat pesat menyebabkan
munculnya banyak ide dan pemanfaatan pemrograman di dunia pendidikan. Dunia
pendidikan yang dahulu hanya bisa dilakukan dengan cara tradisional atau dengan
tatap muka, sekarang sudah dapat dilakukan dengan dibantu media lain, salah
satunya dengan cara memanfaatkan teknologi pemrograman yang di pulikasikan
kedalam e-Learning.
Cara belajar yang baik adalah bukan saja dilihat dari lamanya belajar,tetapi
dari seringnya pelajaran itu diulang- ulang. Mengulang suatu bahasan pelajaran
merupakan sesuatu hal yang sangat membosankan, sedangkan dengan seringnya
membahas suatu pelajaran, penguasaan materi juga akan semakin baik.Dengan
melihat permasalahan diatas, penulis ingin mengembangkan metode belajar yang
membuat seseorang tidak akan bosan untuk mengulang pelajaran tersebut dan dapat
dilakukan dimana saja, dengan latar belakang pendidikan penulis yang belajar di
bidang teknologi informasi maka pengembangan pembelajaran yang penulis buat
dengan teknologi tersebut dan mengimplementasikannya ke dalam e-Learning
dengan menggunakan software moodle dan mysql pemrograman (PHP).
Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang harus dikuasai di era
globalisasi demi meningkatkan kualitas manusia itu sendiri agar mampu bersaing
dengan bangsa lain. Selain sebagai bahasa internasional, Bahasa Inggris juga
merupakan salah satu mata pelajaran yang penting yang diikutsertakan dalam Ujian
Nasional (UAN) dari tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) sampai SMA
(Sekolah Menengah Atas). Hal ini menunjukkan bahwa Mata Pelajaran Bahasa
Inggris menduduki posisi yang sangat penting dalam penentuan kelulusan siswa.
Namun, pada kenyataannya, masih banyak siswa yang takut atau tidak suka
pelajaran Bahasa Inggris, terutama siswa yang bukan jurusan bahasa dan sampai saat
ini masih ada beberapa siswa yang takut belajar Bahasa Inggris. Katakutan mereka
kebanyakan diakibatkan oleh grammar yang menurut mereka sangat sulit untuk
diingat dan digunakan dalam memulai sebuah percakapan. Grammar adalah sebuah
diskripsi dari struktur bahasa dan cara dalam unit linguistik seperti kata dan prase
yang dikombinasikan untuk menghasilkan kalimat dalam bahasa itu sendiri (Richard,
J.C,etal,1992). Untuk itu penulis akan membuat sebuah media pembelajaran yang
berbasis self assisted learning yang akan dikemas dengan menarik sehingga mampu
menarik perhatian siswa dalam belajar Bahasa Inggris khususnya grammar.

Sehubungan dengan adanya Penulisan Ilmiah ini, penulis mencoba membuat
“Aplikasi e-learning pelajaran grammar dengan menggunakan software moodle dan
mysql dan pemrograman (PHP).macromedia flash”.
1.2 Batasan Masalah
Dalam pembuatan website e-learning grammar, pada pembuatan sistem
pembelajaran pada materi grammar bahasa inggris.didalamnya terdapat modul dan
soal pada setiap materi secara interaktif. Perangkat lunak yang digunakan untuk
membuat aplikasi ini adalah Moodle dan PHP, Macromedia flash.Website ini
didukung pula oleh Database.MYSQL
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk membuat siswa/siswi lebih tertarik
untuk belajar bahasa Inggris dengan dikembangkannya media pembelajaran
grammar yang berbasis self assisted learning dengan menggunakan aplikasi Moodle
dengan meningkatkan dayaguna pada bidang teknologi dan informasi bagi
siswa/siswa Pondok Pesantren Daaruttaqwa.

1.4 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan penelitian ilmiah ini adalah menggunakan pendekatan metode SDLC (Systems Development Life Cycle).
Fase identifikasi, pada fase ini adalah mengidentifikasi masalah yang ada, yaitu kebutuhan untuk memperoleh informasi mengenai materi dan soal-soal latihan latihan grammar bahasa inggris.
Fase analisis, pada fase ini penulis menganalisis dan melakukan studi literature tentang semua masalah yang ditemukan dalam tahap identifikasi dan menentukan cara yang tepat dalam mencari dan mencoba latihan – latihan soal grammar bahas inggris yang dapat diakses dengan mudah yaitu dengan menggunakan e - learning.
Fase perancangan, pada fase ini ialah merancang tampilan aplikasi, yaitu tampilan e - learning untuk user dan admin.Tampilan yang menarik serta interaktif diharapkan dapat dibuat sebaik mungkin. Selain itu,pada fase ini juga dilakukan perancangan database yang akan digunakan.
Fase implementasi, pada fase ini program aplikasi yang sudah jadi akan diuji cobakan dan dilihat apakah program tersebut sudah layak dan tepat.

1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika pembuatan penulis ini dari masing – masing bab agar diperoleh secara keseluruhan mengenai pembuatan program e – learning dan dibagi ke dalam 4 ( empat ) bab diantaranya :
Bab 1. Pendahuluan, bab ini mengenai latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika yang disajikan dalam penulisan.
Bab 2. Landasan Teori, bab ini menguraikan tentang teori – teori yang mendukung atau berhubungan dengan penulisan ilmiah ini antara lain tentang e - learning, PHP, MySQL, Moodle, Macromedia flash Struktur Navigasi,
Bab 3. Analisa dan Pembahasan, bab ini berisikan tentang pembahasan program, Storyboard rancangan, rancangan tampilan, pembuatan tampilan halaman web, langkah – langkah pembuatan e –learning menggunakan Moodle.
Bab 4. Penutup, bab ini merupakan penutup dari penulisan ilmiah ini, dimana penulis akan memberikan kesimpulan dan saran dari apa yang telah di sampaikan pada bab – bab sebelumnya.














BAB II
2. LANDASAN TEORI

2.1 Gambaran E-learning
E-learning merupakan singkatan dari Elektronik Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Istilah e-Learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang
diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya . Definisi e-Learning sendiri
sebenarnya sangatlah luas namun, istilah e-Learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk
membuat sebuah transformasi belajar mengajar di sekolah atau lembaga pendidikan yang
berbentuk digital dan dijembatani oleh teknologi Internet. e-Learning dapat mengulang
pelajaran atau materi yang dirasa kurang dimengerti.Hal ini akan mengakibatkan user dapat
menyerap pelajaran dengan lebih sempurna.
E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahaan konsultan) yang memang bergerak dibidang penyediaan jasa e-learning untuk umum.
E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
Fungsi E-Learning dapat sebagai pelengkap atau tambahan, dan pada kondisi tertentu bahkan dapat menjadi alternatif lain dari pembelajaran konvensional. Peserta didik yang mengikuti kegiatan pembelajaran melalui program e-Learning memiliki pengakuan yang sama dengan peserta didik yang mengikuti kegiatan pembelajaran secara konvensional.
Peserta didik maupun dosen/guru/instruktur dapat memperoleh manfaat dari penyelenggaraan e-Learning. Beberapa di antara manfaat e-Learning adalah fleksibilitas kegiatan pembelajaran, baik dalam arti interaksi peserta didik dengan materi/bahan pembelajaran, maupun interaksi peserta didik dengan dosen/guru/ instruktur, serta interaksi antara sesama peserta didik untuk mendiskusikan materi pembelajaran.
Lembaga pendidikan konvensional seperti (universitas, sekolah, lembaga-lembaga pelatihan, atau kursus-kursus yang bersifat kejuruan dan lanjutan) secara ekstensif telah menyelenggarakan perluasan kesempatan belajar bagi ‘target audience’ mereka melalui pemanfaatan teknologi komputer dan internet (Collier, 2002). Seiring dengan hal ini, peserta didik usia sekolah yang mengikuti kegiatan pembelajaran elektronik juga terus meningkat jumlahnya (Gibbon, 2002).
2.2. Konsep e-Learning
Pada dasarnya, konsep e-Learning adalah penyediaan kelas-kelas baru yang setara dengan
kelas konvensional. Istilah setara ini berarti bahwa e-Learning diharapkan dapat menggantikan
peran sekolah konvensional bukan hanya sekedar sebagai pelengkap atau tambahan dari system
konvensional yang ada. Sebagai hasil pencangkokan dari sistem pendidikan, e-Learning
merupakan sebuah eksperimen. Dalam arti sistem pendidikan e-Learning memerlukan adaptasi
dan penyempurnaan di lingkungan yang baru untuk dapat berkembang dan sejajar dengan
sekolah konvensional. Dapat dijelaskan bahwa pengembangan teknologi e-Learning haruslah
didasarkan pada sifat dan karakter asli dari sistem pindidikanyang ada. Hal ini berarti bahwa
fasilitas-fasilitas yang telah familiar digunakan dalam sistem konvensional, dapat diadaptasi
untuk digunakan sebagai Learning Tool dalam e-Learning.
2.3. Pengguna e-Learning

e-Learning ini bisa digunakan oleh semua kalangan masyarakat. Baik digunakan oleh
user yang mempunyai latar belakang sesuai dengan materi maupun latar belakang yang berbeda.

2.2 WWW (World Wide Web)
Merupakan kumpulan web server dari seluruh dunia yang berfungsi menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama. Bila diumpamakan WWW ini merupakan perpustakaan besar yang menyediakan berbagai macam buku dengan informasi yang anda butuhkan. Dengan teknologi World Wide Web, dimungkinkan untuk mengakses informasi secara interaktif, dan bentuk informasinya berupa tampilan grafis maupun teks. Hal ini dimungkinkan dengan adanya Hypertext Transfer Protocol (HTTP) yang digunakan untuk mengakses suatu informasi pada suatu situs web (website).
2.2.1 Pengenalan PHP
PHP adalah teknologi yang diperkenalkan tahun 1994 oleh Rasmus Lerdorf. Beberapa versi awal yang tidak dipublikasikan digunakan pada situs pribadinya untuk mencatat siapa saja yang mengakses daftar riwayat hidup onlinenya. Versi pertama digunakan oleh pihak lain pada awal 1995 dan dikenal sebagai Personal Home Page Tools. Terkandung di dalamnya sebuah parser engine (mesin pengurai) yang sangat disederhanakan, yang hanya mampu mengolah makro khusus dan beberapa utilitas yang sering digunakan pada pembuatan home page, seperti buku tamu, pencacah, dan hal semacamnya. Parser tersebut ditulis ulang pada pertengahan tahun 1995 dan dinamakan PHP/FI. FI (Form Interpreter) sendiri berasal dari kode lain yang ditulis juga oleh Rasmus, yang menterjemahkan HTML dari data. Ia menggabungkan script Personal Home Page Tools dengan Form Interpreter dan menambahkan dukungan terhadap server database yang menggunakan mSQL, sehingga lahirlah PHP/FI. PHP/FI tumbuh dengan pesat, dan orang-orang mulai menyiapkan kode-kode programnya supaya bisa didukung oleh PHP.
Sebagian besar perintah PHP berasal dari C, Java dan Perl dengan beberapa tambahan fungsi khusus PHP. Bahasa ini memungkinkan para pembuat aplikasi web menyajikan halaman HTML dinamis dan interaktif dengan cepat dan mudah, yang dihasilkan server. PHP juga dimaksudkan untuk mengganti teknologi lama seperti CGI (Common Gateway Interface).

2.3.1 Kakteristik PHP
PHP sebagai bahasa pemrograman yang tergolong script mempunyai kelebihan – kelebihan yang tidak dimiliki oleh bahasa pemrograman lain yang bersifat script. Beberapa kelebihan PHP dari bahasa pemrograman sejenis yang lain antara lain akan dijelaskan dibawah ini.

2.3.1.1 PHP sebagai Bahasa Pemrograman Sederhana
PHP dikatakan sederhana, karena dirancang agar programmer dapat dengan mudah mempelajarinya. Dibandingkan dengan bahasa sejenis lainya yang memerlukan penulisan command yang panjang maka PHP menjadi lebih sederhana untuk diterapkan.

2.3.1.2 PHP sebagai Bahasa Pemrograman yang Bersifat Server-Side
Yang menjadi kelebihan lain dari PHP dari bahasa pemrograman sejenis yang lain adalah sifatnya yang server-side dimana setiap instruksi yang dituliskan dijalankan pada server. Jadi pada saat instruksi yang berada pada HTML dieksekuksi client atau pengguna hanya menerima hasil dari instruksi tanpa harus menjalankan instruksinya.

2.3.1.3 PHP sebagai Bahasa Pemrograman yang Mudah Dipahami
Kemampuan PHP yang ada, kemiripan penulisannya dengan C atau perl membuat bahasa pemrograman ini mudah dipahami dan lebih fleksibel, walau bahasa pemrograman ini tergolong bahasa pemrograman yang masih baru.
2.4 Dasar – dasar pemrograman PHP
Pada sub-bab dibawah ini akan dijelaskan mengenai elemen – elemen bahasa pemrograman PHP. Elemen – elemen tersebut antara lain adalah : sintaks dasar, tipe variable, konstanta, ekspresi, operator, struktur kontrol, fungsi dan objek.
2.4.1 Sintaks Dasar
Ada 4 cara untuk keluar dari HTML dan masuk kedalam mode penulisan PHP . Sebagai contoh :
1
2 1.
3
4 2.
5
6 3.
9
10
11 4. <% echo ("dapat juga digunakan tag dari ASP"); %>
12 <%= $variable; “ini merupakan penulisan singkat untuk “ <%echo .." %>
13
Cara yang pertama dapat dilakukan hanya jika pilihan short tag dihidupkan, melalui fungsi short_tags() dengan menghidupkan pilihan short open tag pada file konfigurasi PHP 3. Begitu pula dengan cara ke empat hanya dapat dilakukan bila pilihan ASP tag dihidupkan.
Untuk pemisahan antara instruksi sama dengan pemisahan antar instruksi pada bahasa pemrograman C atau perl yang diakhiri dengan titik-koma. Tag penutup “?>” secara tak langsung juga menyatakan akhir dari statemen agar lebih jelas lihat contoh dibawah :
1
2
5
6
7
Untuk penulisan komentar PHP mendukung penulisan komentar ala C, C++ atau Unix Shell-style. Sebagai contoh :
1
2
9
Komentar satu baris sebenarnya hanya menjadikan baris komentar sampai akhir baris. Untuk mengontari blok besar sebaiknya jangan sampai terjadi komentar dalam komentar dalam ala C.
2.4.2 Tipe Variabel
Pengertian umum mengenai tipe data adalah tipe yang digunakan untuk mendefinisikan pernyataan atau variabel dengan sesuatu yang dapat menunjukkan sifatnya. Dalam PHP terdapat 5 tipe data yaitu: array, floating-point, integer, object dan string. Pada PHP biasanya jenis dari variabel tidak ditentukan oleh programmer melainkan oleh PHP sendiri pada saat runtime tergantung dari konteks yang digunakan oleh variabel Jika ingin merubah tipe variabel kebentuk yang diinginkan maka dapat digunakan cast atau dengan menggunakan fungsi settype(). Variabel dapat berfungsi berbeda dalam situasi tertentu tergantung dari jenis yang digunakan saat itu, oleh karena itu harus dipahami mengenai jenis variabel ini.
1. Integer.
Variabel jenis integer dalam PHP dapat dideklarasikan sebagai berikut :
1
2 $a = 1234; # bilangan desimal
3 $a = -123; # bilangan negatif
4 $a = 0123; # bilangan oktal (sama dengan 83 desimal)
5 $a = 0x12; # bilangan hexa (sama dengan 18 desimal)
6
2. String.
Variabel jenis string dalam PHP dapat dideklarasikan dengan menggunakan satu dari dua set pembatas. Jika string berada didalam tanda kutip dua (“) maka variabel string tersebut akan diperluas. Seperti dalam C dan perl maka dalam PHP karakter backslash juga dapat digunakan untuk mendefinisikan karakter spesial. Sebagai contoh lihat dibawah ini
2. Operator Penugasan.
Bentuk operator penugasan yang paling sederhana adalah “=”. Jangan menganggap bahwa ini mempunyai arti “sama dengan “. Arti sesungguhnya dari operator ini adalah operand sebelah kiri mendapatkan nilai dari ekspresi yang berada dikanan. Nilai dari suatu penugasan adalah nilai yang ditugaskan. Misalkan “$a=3” mempunyai nilai 3. Keadaan ini dapat dimanfaatkan untuk manipulasi.
1
2 $a = ($b = 4) + 5; // $a sama dengan 9 , dan $b mempunyai nilai 4.
3
Sebagai tambahan dari operator penugasan adalah operator yang dikombinasikan untuk semua aritmatik biner dan operator string yang memungkinkan penggunaan nilai dalam sebuah ekspresi dan memberikan nilai kepada hasil dari ekspresi tersebut. Sebagai contoh :
1
2 $a = 3;
3 $a += 5; // menset $a jadi 8, sama dengan: $a = $a + 5;
4 $b = "Halo ";
5 $b .= "Kamu !"; // menset $b jadi "Halo Kamu!", sama $b = $b . "Kamu!";
6

3. Operator Bitwise.
Operator bitwise memungkinkan bits yang berada dalam integer dihidupkan atau dimatikan. Berikut merupakan contoh penggunaan :
4. Operator Pembanding.
Operator berfungsi sesuai dengan namanya yaitu sebagai operator yang membandingkan dua buah nilai. Dibawah ini adalah contoh penggunaan :
5. Operator Kontrol Kesalahan.
PHP mendukung operator kontrol kesalahan dengan simbol “@” jika disertakan dengan ekspresi dalam PHP maka setiap pesan kesalahan yang dihasilkan oleh ekspresi tersebut akan di abaikan.
6. Operator Eksekusi.
PHP mendukung operator eksekusi dengan simbol “ ` ` “. Catatan bahwa ini bukan kutip tunggal. PHP akan mencoba mengeksekusi isi dari backtiks tersebut sebagai perintah shell, dan hasilnya akan dikembalikan. Dapat pula dimasukan kedalam variabel.
1
2 $output = `ls -al`;
3 echo "
$output
";
4
7. Operator Pertambahan dan Pengurangan.
Tingkatan Opertator.
Tingkatan dari operator menentukan keterikatan dari dua operator dalam suatu operasi. Sebagai contoh dalam ekspresi 1 + 5 * 3, hasilnya adalah 16 bukannya 18 karena operator “*” mempunyai tingkatan yang lebih tinggi.
10. Operator String.
Ada dua macam oprator untuk jenis string yaitu operator penggabungan ‘.’ Dan satunya lagi adalah ‘=’ yaitu operator penugasan.
2.4.6 Struktur Kontrol
Dalam PHP setiap skrip yang dibangun terdiri dari kumpulan – kumpulan statemen. Sebuah statemen dapat berupa penugasan, pemanggilan fungsi, sebuah loop, bahkan mungkin statemen kosong. Setiap pernyataan biasanya diakhiri oleh titik-koma. Berbagai jenis dari statemen akan dijelaskan pada sub bab ini.
Yang pertama adalah struktur kontrol IF. Struktur kontrol ini mempunyai bentuk umum yang sama dengan struktur kontrol IF dalam bahasa C yaitu :
IF (ekspresi)
Pernyataan_1
ELSE
Pernyataan_2
Lalu untuk bentuk yang lebih jamak dalam statemen IF digunakan ELSEIF dengan bentuk umum :
IF (ekspresi)
Pernyataan_ 1
ELSEIF (ekspresi)
Pernyataan_2
ELSE
Pernyataan_3
Selain kontrol struktur IF ada juga kontrol struktur yang merupakan kontrol loop yaitu kontrol struktur WHILE. Kontrol struktur WHILE mempunyai bentuk umum :
WHILE (ekspresi) statemen
Jika hanya mempunyai statemen tunggal sedangkan untuk WHILE yang mem[unyai statemen jamak maka bentuk umumnya akan menjadi seperti berikut :
WHILE (ekspresi) : statemen.....endwhile;
Lalu ada juga kontrol struktur DO..WHILE kontrol struktur ini mempunyai sifat yang hampir sama dengan WHILE namun pengecekan kondisi dilakukan setiap kali statemen selesai dijalankan.
Kemudian kontrol struktur FOR yaitu merupakan kontrol struktur yang digunakan untuk menangani pengulangan proses. Kontrol struktur FOR mempunyai bentuk umum sebagai berikut :
FOR (ekspresi1; ekspresi2; ekspresi3)
{
Penyataan_pernyataan
}
Ekspresi pertamanya akan dieksekusi pada saat awal loop kemudian ekspresi keduanya dievaluasi pada saat awal setiap iterasi jika hasil evaluasinya FALSE maka loop akan berakhir. Sedangkan ekspresi ketiganya akan dieksekusi pada akhir setiap iterasi.
Kontrol struktur lainnya adalah kontrol struktur SWITCH yang sebenarnya hampir sama dengan seurutan dari kontrol struktur IF. Fungsi dari SWITCH sendiri adalah membandingkan sebuah variabel yang sama dengan nilai – nilai yang berbeda dan menjalankan kode sesuai dengan kondisi yang ada.
Ada juga control struktur BREAK yang berkait dengan pengulangan proses. Kegunaanya adalah untuk keluar dari suatu kalang (proses yang berulang).
2.5 Pengenalan MySQL
MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal. Kepopulerannya disebabkan MySQL menggunakan SQL sebagai bahasa dasar untuk mengakses databasenya dan juga besifat gratis. MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management System). Itulah sebabnya istilah seperti table, baris, dan kolom digunakan pada MySQL. Pada MySQL, sebuah database mengandung satu atau sejumlah table. Table terdiri atas sejumlah baris dan setiap baris mengandung satu atau beberapa kolom.
Database telah menjadi bagian integral dalam kehidupan manusia dan tanpa database pekerjaan akan terasa berat. Contohnya adalah beberapa fasilitas di internet yang tidak mungkin berjalan tanpa adanya dukungan database seperti search engine, e-commerce, dan website berita. Database yang berjalan dan dikendalikan di komputer dinamakan database server.
Berapa keunggulan dari MySQL :
• Mampu menangani jutaan user dalam waktu yang bersamaan.
• Mampu menampung lebih dari 50.000.000 record.
• Sangat cepat mengeksekusi perintah.
• Memiliki user privilege system yang mudah dan efisien.
Selain itu, MySQL juga menyediakan dukungan open source.
2.5.1 TIPE DATA MySQL
Sebuah database berisi sekumpulan data yang terstruktur dan tersusun secara hirarkis. MySQL menyimpan data-data yang terstruktur ini dalam blok-blok data yang disebut record. Blok-blok data tersebut diikat sebagai satu-kesatuan dalam sebuah tabel.
Sebuah blok data terdiri atas field-field sebagai obyek terkecil yang dapat dimanipulasi oleh pengguna database. Field memiliki format spesifik untuk menyimpan data, yang disebut dengan tipe data.
Secara garis besar, MySQL mengenal tiga kelompok tipe data, yaitu tipe data numerik atau angka, tipe data tanggal dan waktu, serta yang terakhir tipe data string. Berikut nama-nama tipe data serta deskripsi masing-masing tipe data tersebut :
a. CHAR(M)
Tipe data CHAR(M) digunakan untuk menyimpan data string dengan jumlah karakter tertentu. Panjang maksimum karakter dalam tipe data ini dinyatakan dengan integer(M). Jumlah karakter pada tipe data CHAR dapat berkisar antara 1-255.
b. VARCHAR(M)
String dengan panjang yang berubah-ubah sesuai dengan yang disimpan saat itu. Tipe data VARCHAR(M) lebih fleksibel daripada tipe data CHAR(M). Sama dengan CHAR(M), panjang maksimum karakter dalam tipe data ini dinyatakan dengan integer(M) dan jumlah karakter pada tipe data VARCHAR dapat berkisar antara 1-255.
c. INT(M)[UNSIGNED]
Tipe data INT(M) digunakan untuk menyimpan data integer dengan nilai berkisar antara -2147483648 sampai 2147483647. Panjang maksimum karakter dalam tipe data ini dinyatakan dengan integer(M). Atribut tambahan [unsigned] dapat dicantumkan untuk mengubah kisaran nilai dari 0 sampai 4294967295. Atribut tersebut menggeser kisaran nilai negatif tipe data INT(M) sehingga data dengan tipe INT(M) [unsigned] selalu bernilai positif.
d. DATE
Tipe data DATE digunakan untuk menyimpan informasi seputar penanggalan. Format default tipe data DATE adalah YYYY-MM-DD.
e. DATETIME
Tipe data DATETIME digunakan untuk menyimpan informasi seputar penanggalan yang lebih detail daripada tipe data DATE. Format default tipe data DATETIME adalah YYYY-MM-DD HH:MM:SS.
f. FLOAT(M,D)
Tipe data FLOAT(M,D) digunakan untuk menyimpan angka pecahan. Panjang maksimum karakter dalam tipe data ini dinyatakan dengan integer(M). D adalah jumlah angka dibelakang koma. Berlaku untuk tipe floating foint. Nilai D maksimum adalah 30, tapi jangan lebih besar daripada M-2
g. TEXT DAN BLOB
Tipe data TEXT dan BLOB digunakan untuk menyimpan data string dengan jumlah karakter antara 255 sampai 65535. perbedaan antara kedua tipe ini terletak pada sifat case sensitive yang hanya dimiliki oleh tipe data BLOB.
2.5.2 Perintah dasar MySQL
Pada MySQL terdapat beberapa perintah dasar yang digunakan untuk membuat atau merubah suatu database.
1. Melihat Daftar Database
Untuk mengetahui nama-nama database yang terdapat pada MySQL, bisa menggunakan perintah :
SHOW DATABASE
2. Melakukan Koneksi ke Suatu Database
Untuk dapat melakukan pemanipulasian ke suatu database, diperlukan koneksi ke database tersebut terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan perintah mysql bernama USE.
3. Mengetahui Nama-Nama Tabel
Sebuah database dapat mengandung sejumlah tabel. Untuk mengetahui tabel-tabel yang terdapat pada suatu database, bisa menggunakan perintah SHOW TABLE.
4. Keluar dari MySQL
Untuk mengakhiri mysql, bisa menggunakan salah satu perintah berikut :
EXIT
QUIT
\q

Fungsi-fungsi MySQL
Didalam mysql terdapat beberapa fungsi yang berawalan mysql_ yang digunakan untuk mengakses database MySQL. Diantaranya adalah :
1. Fungsi mysql_connect
Fungsi mysql_connect digunakan untuk membuat hubungan ke database MySQL yang terdapat pada suatu host. Bentuk pemanggilannya :
mysql_connect (host, nama_pemakai, password)
2. Fungsi mysql_close
Fungsi ini berguna untuk menutup hubungan ke database MySQL. Bentuk pemanggilannya :
mysql_close (pengenal_hubungan)
Dalam hal ini pengenal_hubungan menyatakan pengenal yang diperoleh dari pemanggilan fungsi mysql_connect.
3. Fungsi mysql_select_db
Fungsi ini berguna untuk memilih database seperti menggunakan perintah USE pada program klien mysql. Format pemanggilannya :
mysql_select_db (database, pengenal_hubungan)
Dalam hal ini pengenal_hubungan menyatakan pengenal yang diperoleh dari pemanggilan fungsi mysql_connect dan argumen database adalah nama database yang dipilih.
4. Fungsi mysql_create_db
Fungsi ini berguna untuk menciptakan database MySQL. Format pemanggilannya :
mysql_Create_db (database, [pengenal_hubungan])
Dalam hal ini database adalah nama database yang ingin dibuat. Adapun pengenal_hubungan menyatakan pengenal yang diperoleh dari pemanggilan fungsi mysql_connect. Hasil fungsi berupa TRUE kalau fungsi berhasil menciptakan database atau FALSE jika terjadi kesalahan.
5. Fungsi mysql_drop_db
Fungsi ini berguna untuk menghapus database MySQL. Format pemanggilannya :
mysql_drop_db (database, [pengenala hubungan])
Hasil fungsi berupa TRUE kalau database berhasil dihapus atau FALSE kalau terjadi kesalahan.

6. Fungsi mysql_list_dbs
Fungsi ini untuk menghasilkan daftar database MySQL. Format pemanggilannya :
mysql_list_dbs ([pengenal hubungan])

Apache
Apache adalah web server yang digunakan untuk menjalankan PHP seperti halnya PHP dan MySQL, Apache ini juga Open Source, sehingga sampai sekarang masih secara aktif dikembangkan dan terutama gratis. Apache ini dapat berjalan di berbagai platform


2.6 Pengenalan Moodle
Moodle merupakan salah satu paket software untuk membuat suatu pelatihan – pelatihan berbasis
web dan internet yang biasa disebut sebagai Learning Management System (LMS) / Course
Management System (CMS) / Virtual Learning Environment (VLE). Moodle disediakan secara gratis
dan bebas digunakan karena merupakan software open source (dibawah lisensi GNU Public
Kata Moodle awalnya merupakan kependekan dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning
Environment, walaupun pada awalnya huruf M kependekan dari kata “Martin’s” yang berasal dari
Martin Dougiamas sang pembuat Moodle. Maksud dari modular disini adalah para developer di seluruh
dunia dapat mengembangkan serta menciptakan module – module baru untuk menambah fungsional
Moodle.
Moodle dapat diinstall pada komputer manapun (Windows, Mac, dan berbagai distro Linux) yang
dapat menjalankan PHP dan mendukung database bertipe SQL (MySQL, Postgre, Oracle, ataupun
Microsoft SQL Server). Namun pada article ini penulis tidak akan membahas mengenai tahapan
installasi maupun cara pemakaian Moodle, karena saat ini telah banyak sekali tutorial yang dapat
ditemukan untuk hal tersebut. Disini penulis akan mencoba menjelaskan fungsi dan manfaat-manfaat
apa saja yang akan pengguna peroleh bila menggunakan Moodle.

2.6.1 User Management
Moodle secara default menyediakan 7 lapisan user (previlege) untuk untuk mengurangi
Tingkat keterlibatan administrator sehingga administrator tidak terlalu sibuk mengerjakan seluruh
tugas di situs tersebut, tentu saja dengan tetap mempertahankan tingkat keamanan situs. Untuk lebih
jelasnya berikut merupakan 7 lapisan user tersebut:
1.Administrator
Seorang administrator bertugas mengatur situs secara umum. Misalnya mengatur
Tampilan situs, menu menu apa saja yang terdapat pada situs, mengatur user previlege (disebut
role pada Moodle), dan lain sebagainya.
2.Course Creator
Seorang course creator dapat membuat course (pelatihan/mata kuliah/mata pelajaran), dan
mengajar course tersebut atau menunjuk teacher (pengajar) mana yang akan mengajarkan course
tersebut dan melihat course yang tidak dipublish. Pada dunia nyatanya, seorang course creator dapat
dianggap sebagai kepala departemen atau koordinator program studi.
3.Teacher
Seorang teacher (pengajar) dapat melakukan apapun terhadap course yang diajarkannya,
seperti mengganti aktivitas yang terdapat pada course tersebut, memberi nilai kepada siswa yang
mengambil course tersebut, mengeluarkan siswa yang terggabung dalam course tersebut, menunjuk
non editing teacher untuk mengajar pada course terebut, dan lain-lain.
4.Non-editing teacher
Non editing teacher dapat mengajar pada coursenya, seperti memberi nilai siswa, namun
tidak dapat mengubah aktivitas yang telah dibuat oleh teacher yang mengajar pada course tersebut.
Pada dunia nyata, non editing teacher dapat dianggap sebagai assisten dosen.
5.Student
Student merupakan user yang belajar pada suatu course. Sebelum dapat mengikuti aktifitas
pada suatu course, seorang stuudent harus mendaftar terlebih dahulu pada course tersebut.
selanjutnya pengajar yang mengajar pada course tersebut akan memberikan grade terhapad
pencapaian student tersebut.
6.Guest
Guest merupakan user yang selalu memiliki akses read-only. Setiap user yang belum
terdaftar pada moodle merupakan guest. Guest dapat masuk ke course manapun yang
memperbolehkan guest untuk masuk. User yang telah login dapat masuk ke course manapun yang
memperbolehkan guest untuk masuk. Walupun diperbolehkan masuk, namun guest tidak
diperbolehkan mengikuti aktivitas apapun pada course tersebut. Terdapat 2 tipe akses guest pada
moodle: yang memerlukan enrolment key dan yang tidak. Jika untuk masuk pada suatu course
diperlukan enrolment key, maka setiap ingin masuk ke course tersebut guest harus memasukkkan
enrolment key terlebih dahulu jadi dapat dibatasi guest yang boleh masuk pada course tersebut.
Jadi guest disediakan untuk user yang ingin melihat – lihat course yang tersedia pada suatu situs
sehingga dapat menentukan apakah course tersebut sesuai dengan kenginannya atau tidak.
7.Authenticated User
Secara default seluruh user yang telah login merupakan Authenticated User. Walupun suatu
user berperan sebagai teacher pada suatu course, namun di course lain ia hanya berperan sebagi
authenticated user yang memiliki kedudukan yang sama dengan guest. Perbedaan guest dengan
authenticated user, bila belum terdaftar pada suatu course, maka authenticated user dapat langsung
mendaftar pada course tersebut sedangkan guest tidak. Walaupun secara default Moodle hanya
memberikan 7 lapisan user seperti yang dijelaskan diatas, namun pengguna Moodle (berperan
sebagai admin) dapat secara bebas mengkostumisasi, bahkan menambah, jenis lapisan user sesuai
keinginannya.
2.6.2 Course Management
Pada Moodle, yang dapat memanajemen course yang ada hanyalah user dengan role sebagai
teacher, dan tentu saja admin yang dapat melakukan apapun. Walaupun user dengan role course
creator dapat memciptakan suatu course, namun user tersebut tidak dapat memodifikasi course yang
telah ia ciptakan bila ia tidak mengajar di course tersebut ( bukan sebagai teacher ). Course pada
Moodle memiliki beberapa format, yaitu:
• LAMS course format
LAMS telah terintegrasi dengan moodle s ehingga teacher dapat membangun aktivitas-
aktivitas berdasarkan LAMS didalam course pada Moodle. LAMS akan digunakan sebagai materi
utama untuk melakukan proses belajar mengajar dan bila dibutuhkan, aktivitas dan resourse yang
disediakan oleh Moodle dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar tersebut.
• format
Dengan menggunakan format ini, teacher dapat menggunakan satu paket SCORM untuk
melakukan seluruh proses belajar mengajar pada course tersebut. Teacher tidak dapat menggunkan
aktivitas dan resourse lain yang disediakan oleh Moodle. Jadi aktivitas dan resourse
yang dibutuhkan untuk mendukung proses belajar mengajar harus sudah tertanam di paket SCORM
tersebut.

• Social format
Format ini berorientasi pada sebuah forum, Social forum. Format berguna bila proses belajar
mengajar yang dilakukan hanya memerlukan diskusi atau interaksi antar komponennya (student –
teacher, student – student). Bahkan format ini dapat digunakan selain untuk course, misalnya
sebagai papan pengumuman departemen.
• Topics format
Pada format ini, materi pada course terbagi – bagi berdasarkan topic – topic. Setiap topic
dapat menggunakan aktifitas dan resource yang disediakan oleh Moodle. Format ini cocok dengan
course yang didesain dengan concept-oriented, dimana proses belajar mengajar akan melalui
tahapan
– tahapan konsep, mulai dari beginner sampai advance.
• Weekly format
Format ini mirip dengan format topic, yang membedakan format ini dengan format topic
adalah pembagian materi pada course berdasarkan penjadwalan yang tetap (week). Setiap week
memiliki tanggal mulainya proses belajar mengajar dan tanggal berakhirnay proses belajar
mengajar. Jadi setiap student akan mempelajari materi pada waktu yang bersamaan.Selebihnya
format ini sama dengan format topic.
• Weekly format - CSS/No tables
Format ini sama dengan format weekly, namun tanpa menggunakan table sebagai layout.
Sebagai tambahan agar proses belajar mengajar lebih interaktif, Moodle menyediakan berbagai
aktifitas dan resource. Aktifitas yang disediakan oleh Moodle yaitu:
• Assignments
Dengan aktifitas ini, teacher dapat memberikan tugas yang mengharuskan student
Mengirim (upload) konten digital, misalnya essay, tugas proyek, laporan, dan lain-lain. Jenis
file yang dapat dikirim misalnya ord-processed documents, spreadsheets, images, audio dan
video clips. Selanjutnya teacher dapat melihat dan menilai tugas yang telah dikirim oleh tudent.

• Chats
Dengan aktivitas ini, setiap peserta dapat berdiskusi secara real-time via web.

• Choices
Aktifitas ini sangat sederhana guru memberikan beberapa pertanyaan dan Menyediakan
berberapa pilihan jawaban. Aktifitas ini dapat digunakan sebagai polling merangsang daya pikir
terhadap sebuah topic, misalnya membiarkan sebuah kelas untuk menentukan (vote) arah dari
course.

• Database Activity
dengan aktifitas ini, teacher dan students dapat membuat, melihat dan mencari bank
data mengenai topik apapun. Format dan struktur data yang dimasukkan hamper tidak terbatas,
termasuk gambar, file, URL, nomor, dan text.
• Forums
Sama dengan chat, pada forum, student dan teacher dapat berinteraksi satu sama lain secara
real-time. Namun tidak seperti chat, pada forum interaksi yang dilakukan secara asinkron. Setiap
member yang tergabung dalam forum akan menerima salinan dari posting di email mereka.
• Glossary
Pada aktivitas ini, peserta dapat membuat kumpulan/daftar pengertian – pengertian kata,
seperti kamus. Data yang dimasukkan dapat berasal dari berbagai format dan secara otomatis dapat
dibuat link ke materi lain.
• Lesson
Lesson ditujukan agar teacher dapat membuat aktifitas yang berisi konten yang menarik dan
fleksibel. Lesson terbagi menjadi beberapa halaman dan diakhir setiap halaman biasanya terdapat
pertanyaan yang memiliki beberapa jawaban. Jawaban yang dipilih student akan menentukan
halaman mana yang akan diaksesnya.

• Quizzes
Pada modul ini, teacher dapat mendesain kumpulan soal, yang berisi multiple choice, true-
false, dan pertanyaan jawaban singkat. Pertanyaan – pertanyaan tersebut akan tersimpan di bank
soal yang dapat dikategorikan dan digunakan ulang.

• SCORM/AICC Packages
Dengan module ini, teacher dapat membuat paket yang berisi halaman web, grafis, program
Javascript, slide presentasi Flash, video, suara and konten apapun yang dapat dibuka di web

browser. Paket ini juga diintegrasikan kumpulan soal yang bila diperlukan dapat dinilai dan
kemudian dimasukkan ke rapor student.

• Surveys
Survey merupakan feedback, quisioner ataupun angket yang dapat digunakan sebagai
bahan pembelajaran ataupun kritikan bagi teacher ataupun course. Sehingga kinerja teacher
dan isi dari course dapat diperbaiki diwaktu mendatang.
• Wikis
Pada aktivitas ini, student dan teacher dapat secara kolaboratif menulis dokumen web
Tanpa mengetahui bahasa html, langsung dari web browser. Hasilnya dapat berupa hasil
kreativitas kelas, kelompok ataupun individu.Berikut merupakan resource yang disediakan oleh
Moodle:
• Text page
Dengan resource tipe ini, teacher dapat membuat tulisan yang hanya berisi teks.
Beberapa tipe formatting disediakan untuk membuat teks menjadi halaman web yang menarik.

• HTML page
Dengan resource ini, teacher dapat membuat sebuah halaman web lengkap. Bila
diperlukan,kode javascript pun dapat ditambahkan.
• Link to Files or web pages
Dengan resoursce ini, teacher dapat membuat link ke halaman web ataupun file lain
yang ada di internet. Link jug dapat diarahkan ke halaman web atau file lain yang telah di-
upload ke komputer local.
• Directory
Dengan resource ini, siswa dapat melihat seluruh direktori (dan subdirektori) dari
Direktori yang berada dibawah direktori course tersebut.

• IMS Content Packages
IMS content packages dapat dibuat dengan beragam software content-authoring,
Hasilnya berupa file zip. Moodle secara otomatis akan mengekstrak paket tersebut agar konten
paket tersebut dapat dilihat. Konten paket IMS biasanya berisi seperti slide presentasi yang
terdiri beberapa halaman yang dan terdapat navigasi per halaman.

• Labels
Berbeda dengan resourse lain, dengan label hanya berupa text dan grafis. Label berguna
Sebagai instruksi pendek yang menginformasikan kepada student apa yang harus dilakukan
kemudian.
2.7 Macromedia Flash
Flash adalah program komputer yang digunakan untuk menyusun objek-objek gambar, objek program sederhana, juga animasi untuk membuat objek yang bergerak. Objek-objek yang dihasilkan oleh flash dapat digabung dengan program lain untuk menghasilkan file program yang baik dan menarik.
• Animasi dalam flash
Susunan gambar mati (gambar statis) yang dibuat efek sehingga seolah-olah tampak bergerak adalah istilah dari animasi. Dengan menggunakan Flash, dapat memberi animasi pada objek agar dapat bergerak pada stage atau mengubah bentuk, ukuran, warna, dan rotasi. Dengan flash, dapat membuat animasi antar frame, dapat membuat animasi tween, dimana dapat membuat frame pertama dan frame terakhir dari animasi dan flash langsung membuat gerakan antar frame tersebut.
• Movie interactive (tampilan interaktif) dalam flash
Flash memungkinkan untuk membuat movie interactive, dimana penonton dapat menggunakan keyboard atau mouse untuk berpindah antar bagian movie, menggerakkan objek, memasukkan informasi kedalam form dan masih banyak lagi operasi yang lain. Perbedaan antara movie dan animasi adalah, movie merupakan hasilnya, sedangkan animasi adalah proses kejadiannya, dengan kata lain proses bagaimana menggerakkan suatu objek disebut menganimasi.
• Vektor dan bitmap grafik
Komputer menampilkan grafik dalam setiap format vektor atau bitmap format. Flash memungkinkan membuat animasi pada vektor grafik. Flash juga memampukan untuk mengimpor dan memanipulasi vektor dan bitmap grafik yang telah dibuat dalam aplikasi yang lain.
• Vektor grafik
Vektor grafik adalah pembuatan gambar dengan menggunakan garis dan kurva, juga termasuk warna dan posisi dari objek tersebut.
• Bitmap grafik
Bitmap grafik adalah pembuatan image (gambar) dengan menggunakan titik warna, yang disebut pixel.
2.7.1 Fitur – Fitur Baru Macromedia Flash
Macromedia Flash memiliki beberapa fitur baru, yaitu
• Timeline Effeccts yang tersedia pada semua objek dalam stage dapat digunakan untuk memberikan transisi dan animasi, seprti fade-ins, fly-ins, spins yang ada pada Macromedia Flash.
• Panel Behaviors digunakan untuk membuat sebuah animasi interaktif tanpa harus menuliskan kode-kode tertentu. Sebagai contoh, dapat manggunakan behaviors untuk membuat link kesuatu situs tertentu,menampilkan gambar, suara, serta file-file video.
• Accessibility Support merupakan salah satu kemudahan dalam flash, berupa kumpulan shortcut untuk mengontrol berbagai interface, seperti panel, Property Inspector, kotak dialog, Stage, serta objek dalam stage. Dengan demikian, anda dapat menggunakan semua komponen interface tersebut tanpa menggunakan mouse.
• Sistem Help yang Terintegrasi ini pada Flash merupakan salah satu bagian yang turut mengalami perubahan. Hal ini terlihat pada denganmlebih jelas melalui system help yang baru ini.
• Spell Checker seperti yang terdapat pada bebrapa aplikasi pengolahan kata pada umumnya. Fitur ini digunakan untuk memeriksa kesalahan ejaan pada penulisan script atau bentuk teks lainnya. Semua dapat menggunakan fitur Spell Checker melalui menu Text>Check Spelling. Sedangkan untuk mengatur settingnya, klik menu Teks>Spelling Setup.
• Dokumen Tab, muncul setiap kali anda membuka atau membuat dokumen baru, Dengan demikian, dapat berpindah dari satu dokumen ke dokumen yang lain secara mudah.
• Start Page (atau dikenal juag dengan istilah Welcome Screen) memberikan kemudian bagi anda untuk membuat dan membuka dokumen Flash, menggunakan system tutorial atau menggunakan berbagai pilihan template yang tersedia.
• Fitur Find and Replace fitur ini digunakan untuk mencari dan mengganti kata-kata atau kalimat tertentu dalam tertentu dalam dokumen Flash. Anda dapat mencari teks, font, warna, symbol, file sound, video, serta gambar.
• Video Import Wizard fitur ini digunakan untuk mempermudah anda dalam mengimport file-file video ke dalam dokumen flash. Anda dapat memilih metode impor yang akan digunakan, apakah berupa embedded file atau linked file. Wizard ini akan muncul secara otomatis setiap kali anda ingin mengimport file video.
• Rich Media Support mendukung berbagai format file yang dapat digunakan dalam membuat dokumen presentasi.
• Small Font Size Rendering fitur ini digunakan untuk menampilkan font secara lebih halus, walaupun dalam ukuran yang lebih kecil sekalipun.
• Flash Player Detection digunakan untuk memeriksa versi flash player yang digunakan pada komputer. Anda dapat mengaktifkan dan mengatur fungsi fitur ini melalui menu File>publish pada menu bar.
2.7 Struktur Navigasi
Struktur navigasi adalah alur yang digunakan dalam aplikasi yang dibuat. Sebelum menyusun aplikasi multimedia kedalam sebuah software, kita harus menentukan terlebih dahulu alur apa yang akan digunakan dalam aplikasi yang dibuat. Bentuk dasar dari struktur navigasi yang biasa digunakan dalam proses pembuatan aplikasi multimedia ada empat macam, yaitu struktur navigasi linier, hirarki, non linier dan campuran.
BAB III
PEMBANGUNAN WEBSITE E-LEARNING
Cara belajar yang baik adalah bukan saja dilihat dari lamanya belajar,
tetapi dari seringnya pelajaran itu diulang-ulang. Mengulang suatu bahasan
pelajaran merupakan sesuatu yang sangat membosankan, padahal disitulah
pelajaran itu dapat diserap, karena seringnya dibahas.
Materi yang sediakan di dalam e-Learning ini adalah ASP dan PHP. User
dapat memilih salah satu atau lebih untuk mempelajarinya. e-Learning pada
website ini tidak dibatasi penggunaannya. User dapat melihat seberapa jauh
kemajuan atau progress materi yang telah dipelajari. User dapat membuka bab
selanjutnya, hal ini bias dilakukan jika user telah membuka bab sebelumnya, atau
mempelajari bab sebelumnya.
3.1. Pemecahan Masalah
Guna memecahkan masalah di atas, penulis menawarkan pemecahan masalah
yaitu :
Membuat sistem e-Learning, yaitu suatu aplikasi yang berbasiskan matriks
yang sedang dibicarakan saat ini.Aplikasi ini berguna untuk cara belajar agar
tidak membosankan dan mengetahui progress belajar. Guna membangun suatu
situs web yang dinamis ini, penulis menggunakan ASP, karena ASP dapat
dijalankan pada sistem operasi Windows dan mendukung paket database
seperti ACCESS, dan banyak lagi. Dalam pembuatan situs web ini penulis
menggunakan ACCESS sebagai database server-nya. Data yang diisi atau
diinput pada website, otomatis akan disimpan pada database server tersebut,
yaitu ACCESS.
Situs web yang penulis buat ini terdiri dari beberapa halaman yang dibuat
dari perpaduan antara HTML, script ASP dan ACCESS dengan extension .asp.
29
31
3.2. Perancangan Database
Untuk membangun sebuah aplikasi e-Learning diperlukan perancangan
dalam database. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pembangunan sebuah
aplikasi e-Learning.
BAB IV
PENUTUP
4.2 Saran

Dengan semakin berkembangnya komputer, baik perangkat keras maupun perangkat lunak, maka sudah sewajarnya pemakai komputer tersebut dapat mengikuti arus perkembangannya. Dengan pembuatan aplikasi penerimaan siswa-siswi baru ini, penulis mengharapkan agar aplikasi tersebut dapat berguna bagi pemilik sekolah tersebut. Penulis juga mengharapkan agar pembaca dapat mengembangkan aplikasi database tersebut, sehingga menjadi lebih sempurna.

3 komentar: